Rabu, 13 Maret 2013


Indikator Air Bersih dan Air Kotor

Air yang akan digunakan untuk kehidupan sehari-hari harus memenuhi syarat, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Secara kualitas, air harus tersedia pada kondisi yang memenuhi syarat kesehatan. Kualitas air dapat ditinjau dari indikator yang dinilai dari segi fisika , kimia dan biologi.
Indikator Air Bersih
Persyaratan fisik
a)      jernih atau tidak keruh
b)      tidak berwarna
c)      tidak berbau
d)     tidak mengandung padatan
e)      temperatur normal (29°C)
Persyaratan kimia
a)      pH netral (6,8-9,0)
b)      tidak mengandung kimia beracun
c)      tidak mengandung garam atau ion-ion logam berbahaya
d)     kesadahan rendah
e)      tidak mengandung bahan organik
Persyaratan mikrobiologis
a)      Tidak mengandung bakteri pathogen


Indikator Air Kotor Ciri Fisik
a)      Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari partikel dan suspensi
b)      Berwarna suram
c)      Sedikit berbau
Ciri Kimia
a)      Mengandung campuran zat kimia organik dari penguraian tinja, urin, dan sampah lain dan anorganik yang berasal dari air bersih
b)      Bersifat basa sewaktu masih baru dan lama-kelamaan akan berubah menjadi berbau asam saat mulai membusuk
Ciri Bakteriologis
a)      Terdapat mikroorganisme patogen dan mikroorganisme golongan coli


Pengolahan Air untuk Minum
Ada beberapa sumber air minum: air hujan, air sungai, air danau. mata air, air sumur dangkal, dan air sumur dalam. Akan tetapi, sumber-sumber air tersebut kurang memenuhi persyaratan kesehatan, untuk itu perlu pengolahan terlebih dahulu. Adapun pengolahan air minum antara lain sebagai berikut (Sukidjo, 2007: 176-177):
Pengolahan secara alami
Pengolahan ini dilakukan dalam bentuk penyimpanan (storage) dari air yang diperoleh dari bebrbagi macam sumber air. Dalam penyimpanan ini, air dibiarkan beberapa jam di tempatnya. Kemudian akan terjadi koagulasi dari zat-zat yang terdapat di dalm air, dan akahirnya terbentuk endapan . Air akan menjadi jernih karena partikel-partikel yang terdapat di dalam air akan ikut mengendap.
 Pengolahan air dengan menyaring
Penyaringan air secara sederhana dapat dilakukan denga kerikil, ijuk, dan pasir. Penyaringan pasir dengan teknologi tinggi dilakukan oleh PAM yang hasilnya dapat dikonsumsi umum.
Pengolahan air dengan menambahkan zat kimia
Zat kimia yang digunakan ada dua jenis: zat kimia untuk mempercepat pengendapan atau koagulasi (misalnya: tawas) dan zat kimia untuk membunuh bibit penyakit pada air (misalnya: chlor).
Pengolahan air minum dengan mengalirkan udara
Tujuan utama dari pengaliaran udara adalah untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak, menghilangkan gas-gas yang tidak diperlukan, misalnya karbondioksida dan juga menaikan derajar keasaman air.
Pengolahan air minum dengan memanasakan sampai mendidih
Tujuannya adalah untuk membunuh kuman-kuman penyakit. Pengolahan semacam ini digunakan dalam pengolahan untuk konsumsi kecil, misalnya konsumsi rumah tangga.

 Menjaga kualitas air sumur (sumber air)
Agar air sumur hasil pompa gali tidak tercemar oleh kotoran atau kuman yang ad di sekitarnya, perlu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, sebagai berikut:
  • Harus ada bibir sumur, agar apabila musim hujan tiba, air tanah dari atas tidak mengotori air sumur.
  • Pada bagian atas, kurang lebih 3 meter dari permukaan tanah harus dibuatkan tembok, agar air dari atas tidak mengotori sumur.
  • Perlu diberi lapisan kerikil di bagian bawah sumur tersebut untuk mengurangi kekeruhan pada air.

1 komentar:

  1. terimakasih banyak, sangat membantu sekali...

    http://tokoonlineobat.com/obat-sirosis-hati-alami/

    BalasHapus